Sekilas Info
INFORMASI TERKINI22 Juni 2017
Kalender
Statistik Pengunjung
Pengunjung hari ini

59

Hits hari ini

170

Total Hits

105040

Total pengunjung

27506

Gubri Membuka Rakornis Bidang Industri Se Prov.Riau

16 Februari 2017 14:07:20 | 103

Selat Panjang - Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rachman membuka acara Rapat Koordinasi Teknis Bidang Industri se Provinsi Riau Tahun 2017 dengan Tema "Tingkatkan Daya Saing Industri dan Potensi Unggulan Daerah Dalam Rangka Mendukung Wisata Riau menyapa Dunia", di Selat Panjang Kabupaten Meranti pada hari ini Kamis (16/02/2017).

Selain dihadiri perwakilan bidang perindustrian 12 Kabupaten/ kota se propinsi Riau, Rakornis ini juga dihadiri Asisten II Setdaprov Riau, Masperi, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau Muhammad Firdaus, Kepala BPBD Riau, Edward Sanger, Kepala BMKG Riau, Sugarin, dan Kepala BKSDA Riau.

"Mengingat sektor industri dan perdagangan merupakan salah satu sektor pendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya pembangunan ekonomi, maka secara bersama-sama perlu menyusun program-program prioritas pembangunan tahun 2017 yang bersinergi antara provinsi dengan kabupaten/kota melalui rapat koordinasi teknis yang diselenggarakan hari ini," kata Firdaus.

Sementara itu, Wakil bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan Rakornis yang dilaksanakan sangat penting, mengingat potensi di Meranti sangat banyak dan perlu dikembangkan.

"Di Meranti sendiri sangat banyak potensi industri yang banyak dan belum terkembangkan dengan baik, maka dari itu dengan Rakornis yang dilakukan diharapalkan bisa mengangkat potensi itu. Salah satu industri yang saat ini menjanjikan adalah sagu. Dimana sagu bisa dikembangkan menjadi bermacam produk yang menopang kehidupan dan membantu perekonomian masyarakat

"Saya minta kepada dinas di kabupaten/ kota untuk mengeroyok pariwisata sebagai salah satu sektor pendukung dalam meningkatkan porsi APBD. Saya telah mencanangkan pariwisata berbasis budaya, untuk mendukung itu kita telah menggelontorkan Rp846 milyar. Harus diketahui turunan pariwisata itu banyak dan ini sangat potensial untuk dikembangkan. Di Meranti sendiri sangat banyak potensi wisata yang mendunia seperti Festival Cian Cui dan Pesta Sungai Bokor dan itu perlu kita kembangkan," kata Gubri.

Gubri juga mengatakan bahwa Propinsi Riau tidak lagi harus bergantung kepada potensi Migas yang selama ini menjadi andalan, namun harus dicari sektor baru yang lebih menjanjikan.

"Pertumbuhan ekonomi Riau terus merangkak dan tidak naik, kita harus membuka sektor lain yang mendukung postur APBD, selama ini Riau terlalu terlena dengan sektor Migas.Masalah perkebunan dan Migas jangan terlalu sibuk kita pikirkan,  saatnya kita beralih ke sektor pariwisata, kedepannya kita menargetkan kunjungan wisatawan ke Riau sebanyak 20 ribu wisatawan dengan visa sebesar 20 ribu US dollar," ungkap gUBRI

[::PUSDATIN DISPERIN PROV.RIAU::]